TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI
A. Latar Belakang
UU No. 9 tahun 1960 tentang pokok-pokok kesehatan pasal 2 yang dimaksud dengan kesehatan yang meliputi kesehatan badan, rohaniyah (mental) dan sosial dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.
Menurut data statistik Direktorat Penyakit Jiwa, 50% penyakit jiwa kronis, 70% dengan skizoma. Salah satu penyembuhannya adalah dengan terapi aktivitas kelompok.
Aktivitas yang digunakan dalam TAK dipengaruhi oleh berbagai hal yaitu: keadaan pasien, lingkungan, komponen terapis (pengetahuan, keterampilan dan kekampuan interaksi sosial).
Terapi aktivitas kelompok ini dapat digunakan sebagai media dalam hubungan antara perawat dan klien, dan sesama klien. Aktivitas kelompok dapat juga digunakan sebagai suatu media untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi klien. Oleh karena itu kami tertarik untuk melakukan terapi aktivitas kelompok.
B. Pengertian
Terapi aktivitas kelompok sosialisasi adalah suatu upaya menfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan social.
C. Tujuan
Tujuan Umum: Meningkatkan kemampuan klien dalam hubungan kelompok secara bertahap.
Tujuan Khusus:
- Klien dapat memperkenalkan diri sendiri: nama lengkap, nama panggilan, asal hobi
- Klien mampu menanyakan diri anggota kelompok lain: nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi
D. Karakteristik Klien
1. Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi interpersonal
2. Klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespon sesuai dengan stimulus.
E. Jadwal Kegiatan
Hari/Tanggal : Sabtu, 6 Agustus 2005
Waktu : jam 08.30 – 09.30 WIB
Tempat : Ruang makan bangsal MPKP RS Grhasia
Jumlah anggota : 7 orang
F. Pembagian Tugas
a. Leader : Ika Purnamasari
b. Co Leader : Sri Suparti
c. Fasilitator : Yani Indrastuti
d. Observer : Rini Nurulyati
e. Anggota Kelompok : Dedi Cahyo
Sri Suhartati
G. Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan Tanya jawab
3. bermain peran/stimulasi
H. Alat
1. Tape rekorder
2. Kaset
3. Bola
4. Buku catatan dan pulpen
5. Jadwal kegiatan klien
I. Seting
1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang
J. Langkah Kegiatan Terapi Aktivitas
1. Persiapan
a. mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok
b. mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
a. Memberi salam terapeutik
b. Evaluasi/validasi
1. Menanyakan perasan klien saat ini
2. Menanyakan apakah telah mencoba memperkenalkan diri pada orang lain
c. Kontrak
1. menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berkenalan dengan anggota kelompok
2. menjelaskan aturan main berikut:
Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok, harus meminta ijin pada terapis
Lama kegiatan 45 menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
3. Tahap Kerja
a. Hidupkan kaset pada tape rekorder dan edarkan bola berlawnan dengan jarum jam
b. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola mendapat giliran untuk berkenalan dengan anggota kelompok yang ada di sebelah kanan dengan cara:
- Memberi salam
2. Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi
3. Menanyakan nama lengkap. Nama panggilan, asal dan hobi lawan bicara
4. Dimulai oleh terapis sebagai contoh
c. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran
d. Hidupkan kembali kaset pada tape rekorder dan edarkan bola. Pada saat tape dimatikan, minta pada anggota kelompok yang memegang bola untuk memperkenalkan anggota kelompok yang di sebelah kanannya kepada kelompok, yaitu: nana lengkap, nama panggilan, asal dan hobi. Dimulai oleh terapis sebagai contoh
e. Ulangi d sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
f. Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan.
4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi
1. menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2. Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1. Menganjurkan tiap anggota kelompok latihan perkenalan
2. Memasukkan kegiatan berkenalan pada jadwal kegiatan harian klien
c. Kontrak yang akan datang
1. Menyepakati kegiatan berikut, yaitu dengan bercakap-cakap tentang kehidupan sehari-hari.
2. Menyepakati waktu dan tempat
K. Evaluasi
Evaluasi dilakukan ketika proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAKS 2, dievaluasi kemampuan klien dalam berkenalan secara verbal dan non verbal dengan menggunakan formulir evaluasi berikut:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar