Minggu, 08 Januari 2012

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Batu Saluran Kemih (Urolitiasis)




A. Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan sekunder terhadap batu ginjal dan spasme otot polos (Engram, 1998).

Intervensi

Tujuan :
Mendemonstrasikan rasa nyeri hilang

Kriteria hasil :
Tidak ada nyeri, ekspresi wajah rileks, tak ada mengerang dan perilaku melindungi bagian yang nyeri, frekwensi nadi 60-100 kali/menit, frekwensi nafas 12-24 kali/menit

Intervensi
§  Kaji dan catat lokasi, intensitas (skala 0-10) dan penyebarannya. Perhatikan tanda-tanda verbal : tekanan darah, nadi, gelisah, merintih.
§  Jelaskan penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan ke staf terhadap perubahan kejadian/karakteristik nyeri.
§  Berikan tindakan untuk meningkatkan kenyamanan seperti pijatan punggung, lingkungan nyaman, istirahat.
§  Bantu atau dorong penggunaan nafas berfokus, bimbingan imajinasi dan aktifitas terapeutik.
§  Dorong/bantu dengan ambulasi sesuai indikasi dan tingkatkan pemasukan cairan sedikitnya 3-4 l/hari dalam toleransi jantung.
§  Kolaborasi, berikan obat sesuai indikasi :
§  narkotik
§  antispasmmodik
§  kortikosteroid
§  Berikan kompres hangat pada punggung.

B. Perubahan pola eliminasi urine sehubungan dengan obstruksi mekanik, inflamasi (Doenges, 1999)

Intervensi

Tujuan :
Klien berkemih dengan jumlah normal dan pola biasa atau tidak ada gangguan.

Kriteria hasil :
Jumlah urine 1500 ml/24 jam dan pola biasa, tidak ada distensi kandung kemih dan oedema.

Rencana tindakan
§  Monitor pemasukan dan pengeluaran serta karakteristik urine
§  Tentukan pola berkemih normal klien dan perhatikan variasi.
§  Dorong klien untuk meningkatkan pemasukan cairan.
§  Periksa semua urine, catat adanya keluaran batu dan kirim ke laboratorium untuk analisa.
§  Selidiki keluhan kandung kemih penuh : palpasi untuk distensi suprapubik. Perhatikan penurunan keluaran urine, adanya edema periorbital/tergantung.
§  Observasi perubahan status mental, perilaku atau tingkat kesadaran.
§  Awasi pemeriksaan laboratorium, contoh elektrolit, BUN kreatinin.
§  Ambil urine untuk kultur dan sensitivitas.
§  Berikan obat sesuai indikasi, contoh :
§  asetazolamid, alupurinol
§  HCT, klortaridon
§  amonium klorida : kalium fosfat/natrium fosfat
§  agen antigout
§  antibiotik
§  natrium bikarbonat
§  asam askorbat
§  Perhatikan patensi kateter tak menetap, bila menggunakan.
§  Irigasi dengan asam atau larutan alkali sesuai indikasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar