Sabtu, 31 Desember 2011

S.O.P SUCTION

Pengertian
Suatu metode untuk mengeluarkan lendir atau sekret dari jalan nafas. Penghisapan ini biasanya dilakukan melalui mulut, nasofaring, atau trakea.

Tujuan
1. Mempertahankan kepatenan jalan nafas.
2. Mencegah aspirasi pulmonal oleh cairan atau darah.

Indikasi
1. Adanya lendir pada saluran nafas atas

Persiapan alat
> Alat Non Steril
a.  Alat penghisap lendir (suction) dengan botol berisi larutan desinfektan, misal: Lysol 2%.
b.   Pinset.
c.   Sarung tangan/ handscoen.
d.   2 kom kecil tertutup: 1 kom kecil tertutup berisi aquades / NaCl 0,9% dan 1 kom kecil tertutup berisi larutan desinfektan (savlon 1:100)
e.   Tongue spatel bila perlu.
f.    Kertas tissue.
g.   Kantong balutan kotor.
h.   Plester dan gunting.
i.    1 botol NaCl 0,9%.
j.    Nierbeken / bengkok.
k.   Oksigen.

> Alat steril
a. Kateter penghisap (suction) steril

Prosedur Pelaksanaan
A.  Tahap PraInteraksi
1.  Mengecek program terapi
2.  Mencuci tangan
3.  Menyiapkan alat

B.  Tahap Orientasi
1.  Memberikan salam pada pasien dan sapa nama pasien
2.  Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
3.  Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien

C. Tahap Kerja
1. Menutup sampiran (kalau perlu).
2. Mencuci tangan.
3. Mengatur posisi klien.
4. Meletakkan nierbeken didekat klien.
5. Memakai handscoen bersih.
6. Menghubungkan kateter suction ke pipa suction.
  7. Menyalakan mesin, masukkan kateter penghisap ke dalam kom berisi aquades/ NaCl 0,9%
8. Memasukkan ujung kateter dengan tangan kanan ke dalam mulut / hidung sampai kerongkongan
9. Melepaskan jepitan dan penghisap lendir dengan menarik dan memasukkan kateter dengan perlahan-lahan dengan arah diputar.
Lama penghisapan ± 10 – 15 detik dalam 3 menit untuk mencegah hypoxia.
10. Menarik kateter dan bersihkan dengan aquadest / NaCl 0,9%.
11. Mengulangi prosedur sampai jalan nafas bebas dari lender.
12. Mematikan mesin dan lepaskan kateter dari selang penghisap.
13. Merapihkan pasien dan kembalikan keposisi semula.
14. Merapihkan alat dan lepas sarung tangan.
15. Mencuci Tangan.

D. Terminasi
1. Mengauskultasi suara nafas dan bandingkan kondisi saluran nafas sebelum dan sesudah penghisapan lendir.
2. Mengidentifikasi adanya perbaikan status respiratorik.
3. Mengevaluasi perasaan klien
4. Menyimpulkan hasil kegiatan
5. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
6. Mengakhiri kegiatan
7. Mencuci dan membereskan alat
8. Mencuci tangan

E. Dokumentasi
1. Mencatat hasil pengkajian saluran nafas sebelum dan sesudah penghisapan, ukuran kateter yang digunakan, lama penghisapan, rute penghisapan, toleransi klien, tekanan mesin yang digunakan, karakteristik lendir (jumlah, bau, warna, dan konsistensi lendir).
2.  Mencatat respon klien selama prosedur.


Jumat, 30 Desember 2011

S.O.P Pemasangan NGT


Pengertian :
Memasukkan NGT (Penduga lambung) melalui hidung ke dalam lambung.
1. Memberi makanan dan obat-obatan.
2. Membilas/mengumbah lambung

Tujuan :
Sebagai acuan untuk melakukan tindakan pemasang NGT
1. Membilas/mengumbah lambung
2. Memberi makanan dan obat-obatan.

Kebijakan :
1. Perawat yang terampil
2. Tersedia alat-alat lengkap

Prosedur Pelaksanaan :
*Persiapan Alat
1.NGT
9. Stetoscope
2. Plester
10. Spuit 10 cc
3. Gunting
11. aquades dalam Kom
4. Bengkok
12. obat- obatan/ makanan yang akan dimasukan
5. Sarung tangan
6. aqua Jelly
13. . corong
7. Perlak + Pengalas
14. kasa
8. Alat tulis
15. spatel
A.  Tahap PraInteraksi
1.     Melakukan pengecekan program terapi
2.     Mencuci tangan
3.     Menempatkan alat di dekat pasien

B.  Tahap Orientasi
1.     Memberikan salam dan menyapa nama pasien
2.     Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
3.     Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien

C. Tahap Kerja
1.    Menjelaskan tujuan pemasangan NGT pada keluarga pasien
2.    Membawa alat-alat ke dekat pasien
3.    Mengatur posisi pasien sesuai dengan keadaan pasien
4.    Memasang perlak + pengalas pada daerah dada
6.    Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
7.    Mengukur dan memberi tanda pada NGT yang akan dipasang lebih kurang 40-45 cm (diukur mulai dahi s/d proxesus xypoideus)
8.    Mengolesi NGT dengan aquaJelly sepajang 15 cm dari ujung NGT
9.    Memasukkan NGT malalui lubang hidung dan pasien dianjurkan untuk menelan (jika pasien tidak sadar tekan lidah pasien dengan spatel) masukan NGT sampai pada batas yang sudah ditentukan sambil perhatikan keadaan umum pasien.
10.  Cek posisi NGT (apakah masuk di  lambung atau di paru-paru) dengan 3 cara :
a.  Aspirasi cairan lambung dengan spuit 10 cc jika cairan bercampur isis lambung berarti sudah masuk kelambung,
b. Memasukan ujung NGT (yang dihidung) kedalam air dalam kom bila ada gelembung berarti  NGT dalam paru-paru
c. Petugas memasukan gelembung udara melalui spuit bersamaan dilakukan pengecekan perut dengan stetoskop untuk mendengarkan gelembung udara di lambung
11. Memasang corong (yang sudah dibilas dengan air hangat), kemudian memasukan obat-obatan/makanan
12. Melepas corong, menutup NGT dengan spuit 10 cc.
13.  Merapikan alat-alat dan pasien kemudian sarung tangan dilepas.
14.  Mendokumentasikan

Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. NGT / Sonde dipasang selama 7 hari (ganti setiap 7 hari sekali)

D. Tahap Terminasi
1.  Melakukan evaluasi tindakan
2.  Berpamitan dengan klien
3.  Membereskan alat-alat
4.  Mencuci tangan
5.  Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan


Selasa, 20 Desember 2011

S.O.P PERAWATAN LUKA

Kompetensi                  : Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan 
                                      pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman
Sub kompetensi            : perawatan Luka
Pengertian                     : membersihkan luka, mengobati luka, dan menutup kembali luka dengan  
                                      tehnik steril
Tujuan                          :  1.Untuk membersihkan luka
                                       2.Mencegah masuknya kuman dan kotoran kedalam luka
                                       3.Memberikan pengobatan pada luka
                                       4.Memberikan rasa aman dan nyaman pada pasien
                                       5.Mengevaluasi tingkat kesembuhan luka
Indikasi                        : luka baru maupun luka lama, luka post operasi, luka bersih, luka kotor

PROSEDUR
A.     MENGGANTI BALUTAN KERING
1.  Tahap pre interaksi
·         Membaca catatan perawat untuk rencana perawatan luka
·         Mencuci tangan
·         Menyiapkan alat :
Ø  Seperangkat set perawatan luka steril
Sarung tangan steril
Pinset 3 ( 2 anatomis, 1 sirurgis )
Gunting ( menyesuaikan kondisi luka )
Balutan kassa dan kassa steril
Kom untuk larutan antiseptic/larutan pembersih
Salp antiseptic  ( bila diperlukan )
Depress
Lidi kapas
Ø  Larutan pembersih yang diresepkan ( garam fisiologis, betadin, …)
Ø  Gunting perban / plester
Ø  Sarung tangan sekali pakai
Ø  Plester, pengikat, atau balutan sesuai kebutuhan
Ø  Bengkok
Ø  Perlak pengalas
Ø  Kantong untuk sampah
Ø  Korentang steril
Ø  Alcohol 70%
Ø  Troli / meja dorong

2.      Tahap orientasi
·         Memberikan salam, memanggil klien dengan namanya
·         Menjelaskan tujuan, prosedur, dan lamanya tindakan pada klien / keluarga

3.      Tahap kerja
·         Memberikan kesempatan pada klien untuk bertanya  sebelum kegiatan dimulai
·         Susun semua peralatan yang diperlukan di troly dekat  pasien ( jangan membuka peralatan steril dulu )
·         Letakkan bengkok di dekat pasien
·         Jaga privacy pasien, dengan menutup tirai yang ada di sekkitar pasien,  serta pintu dan jendela
·         Mengatur posisi klien, instruksikan pada klien untuk tidak menyentuh area luka atau peralatan steril
·         Mencuci tangan secara seksama
·         Pasang perlak pengalas
·         Gunakan sarung tangan bersih sekali pakai dan lepaskan plester, ikatan atau balutan dengan pinset
·         Lepaskan plester dengan melepaskan ujung dan menariknya dengan perlahan, sejajar pada kulit dan mengarah pada balutan. Jika masih terdapat plester pada kulit, bersihkan dengan kapas alcohol
·         Dengan sarung tangan atau pinset, angkat balutan, pertahankan permukaan kotor  jauh dari penglihatan klien
·         Jika balutan lengket  pada luka, lepaskan dengan memberikan larutan steril / NaCl
·         Observasi karakter dan jumlah drainase pada balutan
·         Buang balutan kotor pada bengkok
·         Lepas sarung tangan dan buang pada bengkok
·         Buka bak instrument  steril
·         Siapkan larutan yang akan digunakan
·         Kenakan sarung tangan steril
·         Inspeksi luka
·         Bersihkan luka dengan larutan antiseptic yang diresepkan atau larutan garam fisiologis
·         Pegang kassa yang dibasahi larutan tersebut dengan pinset steril
·         Gunakan satu kassa untuk satu kali usapan
·         Bersihkan dari area kurang terkontaminasi ke area terkontaminasi
·         Gerakan dengan tekanan progresif menjauh dari insisi atau tepi luka
·         Gunakan kassa baru untuk mengeringkan luka atau insisi. Usap dengan cara seperti di atas
·         Berikan salp antiseptic bila dipesankan / diresepkan, gunakan tehnik seperti langkah pembersihan
·         Pasang kassa steril kering pada insisi atau luka
·         Gunakan plester di atas balutan,fiksasi dengan ikatan atau balutan
·         Lepaskan sarung tangan dan buang pada tempatnya
·         Bantu klien pada posisi yang nyaman


4.      Tahap terminasi
·         Mengevaluasi perasaan klien
·         Menyimpulkan hasil kegiatan
·         Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
·         Mengakhiri kegiatan
·         Mencuci dan membereskan alat
·         Mencuci tangan

5.      Dokumentasi
·         Mencatat tanggal dan jam perawatan luka
·         Mencatat Kondisi luka