Minggu, 08 Januari 2012

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Appendiksitis




Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul
1.    Nyeri berhubungan dengan luka insisi pada abdomen kuadran kanan bawah post operasi appenditomi.
2.    Intoleransi aktivitas berhubungan dengan pembatasan gerak skunder terhadap nyeri.
3.    Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur invasive appendiktomi.
4.    Resiko kekurangan volume cairan sehubungan dengan pembatasan pemasukan cairan secara oral.


Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri berhubungan dengan luka insisi pada daerah mesial abdomen post operasi appendiktomi

Tujuan
Nyeri berkurang / hilang dengan

Kriteria Hasil :
Tampak rilek dan dapat tidur dengan tepat.

Intervensi
§  Kaji skala nyeri lokasi, karakteristik dan laporkan perubahan nyeri dengan tepat.
§  Pertahankan istirahat dengan posisi semi powler.
§  Dorong ambulasi dini.
§  Berikan aktivitas hiburan.
§  Kolborasi tim dokter dalam pemberian analgetika.
Rasional
1.    Berguna dalam pengawasan dan keefesien obat, kemajuan penyembuhan,perubahan dan karakteristik nyeri.
2.    Menghilangkan tegangan abdomen yang bertambah dengan posisi terlentang.
3.    Meningkatkan kormolisasi fungsi organ.
4.    meningkatkan relaksasi.
5.    Menghilangkan nyeri.


2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan pembatasan gerak skunder terhadap nyeri

Tujuan
Toleransi aktivitas

Kriteria Hasil :
-klien dapat bergerak tanpa pembatasan
-tidak berhati-hati dalam bergerak

Intervensi
§  catat respon emosi terhadap mobilitas.
§  Berikan aktivitas sesuai dengan keadaan klien.
§  Berikan klien untuk latihan gerakan gerak pasif dan aktif.
§  Bantu klien dalam melakukan aktivitas yang memberatkan.
Rasional
1.    Immobilisasi yang dipaksakan akan memperbesar kegelisahan.
2.    Meningkatkan kormolitas organ sesuiai dengan yang diharapkan.
3.    Memperbaiki mekanika tubuh.
4.    Menghindari hal yang dapat memperparah keadaan.


3. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur invasive appendiktomi

Tujuan
Infeksi tidak terjadi

Kriteria Hasil :
-tidak terdapat tanda-tanda infeksi dan peradangan

Intervensi
§  Ukur tanda-tanda vital
§  Observasi tanda-tanda infeksi
§  Lakukan perawatan luka dengan menggunakan teknik septik dan aseptik
§  Observasi luka insisi
Rasional
1.    Untuk mendeteksi secara dini gejala awal terjadinya infeksi
2.    Deteksi dini terhadap infeksi akan mudah
3.    Menurunkan terjadinya resiko infeksi dan penyebaran bakteri.
4.    Memberikan deteksi dini terhadap infeksi dan perkembangan luka.


4. Resiko kekurangan volume cairan berhubungna dengan pembatasan pemasuka n cairan secara oral

Tujuan
Kekurangan volume cairan tidak terjadi

Intervensi
§  Ukur dan catat intake dan output cairan tubuh
§  Awasi vital sign: Evaluasi nadi, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa
§  Kolaborasi dengan tim dokter untuk pemberian cairan intra vena
Rasional
1.    Dokumentasi yang akurat akan membantu dalam mengidentifikasi pengeluaran cairan atau kebutuhan pengganti.
2.    Indikator hidrasi volume cairan sirkulasi dan kebutuhan intervensi
3.    Mempertahankan volume sirkulasi bila pemasukan oral tidak cukup dan meningkatkan fungsi ginjal


Daftar Pustaka

1. Barbara Engram, Askep Medikal Bedah, Volume 2, EGC, Jakarta
2. Carpenito, Linda Jual, Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, EGC, 2000, Jakarta.
3. Doenges, Marlynn, E, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi III, EGC, 2000, Jakarta.
4. Elizabeth, J, Corwin, Biku saku Fatofisiologi, EGC, Jakarta.
5. Ester, Monica, SKp, Keperawatan Medikal Bedah (Pendekatan Gastrointestinal), EGC, Jakarta.
Peter, M, Nowschhenson, Segi Praktis Ilmu Bedah untuk Pemula. Bina Aksara Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar